5 Teknik Budidaya Tanaman Hidroponik Tanpa Greenhouse Hemat Biaya

Menanam hidroponik tanpa greenhouse dapat memangkas biaya pembuatan greenhouse. Pasalnya, bertanam tanaman hidroponik dengan greenhouse memang terbilang mahal. Tak hanya itu saja, kontruksi greenhouse juga terbilang sulit. Maka tak heran jika banyak pecinta hidroponik yang beralih pada budidaya tanaman hidroponik tanpa greenhouse. Pembuatan greenhouse yang atasnya terbuka dan beratapkan langit banyak dilakukan guna menghemat biaya investasi.


Hidroponik tanpa atap greenhouse membutuhkan lahan yang dibuat instalasi produksi dengan atap terbuka. Dengan begitu, pembiayaan hanya tersangkut pada instalasi produksi saja, tanpa ada pengeluaran lain untuk membuat bangunan greenhouse. Anda tentu saja akan menghemat anggaran yang perlu dikeluarkan. Untuk budidayanya, tanaman hidroponik tanpa greenhouse mudah ditanam. Biar lebih jelasnya, anda simak saja teknik budidaya tanaman hidroponik tanpa atap greenhouse berikut ini.

Teknik Budidaya Tanaman Hidroponik Tanpa Greenhouse


Berikut ini adalah teknik budidaya tanaman hidroponik tanpa greenhouse selengkapnya untuk anda.

1. Sumbu (Wick)


Dalam sistem sumbu atau wick, media tanam hidroponik yang digunakan diantaranya yaitu kerikil, rockwool, sabut kelapa, arang sekam, dan media penopang lainnya. Dengan cara ini, biaya untuk mengumpulkan bahan yang dibutuhkan tergolong sangat murah. Tidak perlu keluarkan dana khusus untuk membayar biaya listrik. Bentuk terbilang sederhana dan pembuatannya juga mudah. Hal ini memungkinkan hidroponik wick dapat dilakukan oleh siapa saja. Memakai media penyalur berupa sumbu, maka frekuensi penambahan nutrisinya juga bisa lebih jarang.

2. NFT (Nutrient Film Technique)


Sistem NFT ini sangat cocok untuk tanaman yang butuh banyak air. Teknik ini akan membuat aliran air bisa terpenuhi dengan mudah, stabil, serta baik. Masa tanam tanaman hidroponik juga menjadi lebih singkat. Selain itu, anda bisa memperoleh untung yang lebih besar karena dalam satu waktu dapat panen hasil berkali-kali. Sistem NFT memperoleh aliran yang stabil dalam satu jalur nutrisi. Perawatan, pengontrolan, dan juga pemantauan aliran maupun kondisi nutrisi juga lebih mudah dikarenakan nutrisi diletakkan dalam satu tempat. Dengan begitu, anda tidak perlu mengecek berulang kali sebab dengan sekali melihat, maka anda bisa mengetahui kondisi nutrisi secara keseluruhan.

3. Fertigasi


Waktu pemberian nutrisi sesuai dengan ukuran kedewasaan tanaman. Menggunakan media selain tanah, maka akar tanaman lebih mudah tumbuh serta berkembang. Menjamin kebersihan serta bebas dari penyakit. Jika serius dalam menjalankannya, maka fertigasi skala besar dapat menjadi ladang penghasilan yang besar. Hasil tanaman yang didapat akan lebih banyak dan punya kualitas yang lebih baik.

4. Aeroponik


Sistem hidroponik aeroponik ini tidak memerlukan lahan yang luas. Dengan menggunakan lahan yang sempit pun dapat dilakukan penanaman. Teknik hidroponik aeroponik ini, nutrisi serta air yang berupa kabut disemprotkan menggunakan alat sprinkler yang memungkinkan nutrisi bercampur dengan oksigen dalam kapasitas yang lebih banyak. Hal ini berpeluang mendapatkan hasil tanaman yang lebih baik. Akar-akar tanaman tidak terendam di penampung larutan, maka kemungkinan penyakit tersebar pun jauh berkurang. Hasil pertanian yang didapat pun lebih segar dan enak.

5. Pasang Surut (EBB & Flow)


Persediaan oksigen yang dibutuhkan oleh tanaman memiliki kapasitas yang lebih banyak dan juga lebih baik. Kegiatan perawatan dan juga pemantauan juga lebih mudah karena tidak butuh penyiraman tanaman secara manual. Pada sistem pasang surut ini dibutuhkan pompa air yang sudah diatur menggunakan timer untuk dibenamkan pada wadah air bernutrisi. Jika pompa menyala, maka proses pembanjiran terjadi.

0 Response to "5 Teknik Budidaya Tanaman Hidroponik Tanpa Greenhouse Hemat Biaya"

Contact Us

Name

Email *

Message *