>

3 Tanaman Hidroponik Dataran Rendah Cepat Panen

3 Tanaman Hidroponik Dataran Rendah Cepat Panen

Bercocok tanam dengan teknik hidroponik ialah budidaya tanaman yang lebih mengutamakan menggunakan media air bercampur dengan nutrisi. Teknik hidroponik ini bisa diterapkan pada hampir semua jenis tanaman, tak terkecuali dengan tanaman dataran rendah. Anda akan mendapatkan banyak keunggulan dengan melakukan budidaya tanaman hidroponik dataran rendah. Cara budidayanya pun terbilang mudah dilakukan. Alat dan bahan juga tak sulit ditemukan.


Dalam melakukan budidaya secara hidroponik ini, ada berbagai metode yang bisa anda gunakan. Adapun metode hidroponik tersebut diantaranya yaitu NFT, Walter culture, sistem drip, dan masih banyak lagi lainnya. Dengan teknik hidroponik, tanaman dataran tinggi juga akan mudah ditanam di dataran rendah. Terlebih lagi dengan tanaman dataran rendah tentu akan sangat subur ditanam di dataran rendah, tempat asalnya. Untuk anda yang ingin tahu apa saja tanaman tersebut, anda simak saja beberapa tanaman hidroponik dataran rendah dibawah ini.

Tanaman Hidroponik Dataran Rendah


Berikut ini adalah beberapa tanaman hidroponik dataran rendah yang perlu anda ketahui.

  • Sawi

Contoh tanaman dataran rendah yang pertama ialah sawi. Ada berbagai macam jenis sawi yang bisa anda tanam dengan teknik hidroponik, namun yang paling mudah serta efisien adalah jenis sawi hijau. Sayuran ini dapat anda panen setelah berumur 22-30 hari. Ciri sawi hijau siap panen ialah daun sawi sendok dewasa oval berbentuk melebar dan tangkai daun hijau terlihat cerah. Saat budidaya, anda bisa memilih sawi hijau nauli F-1 dengan merk Panah Merah.

Jarak tanaman sawi hijau untuk penanaman komersial yaitu berjarak antar lubang sekitar 15x15 cm. Tak hanya sawi hijau, jenis sawi lainnya yang juga berukuran lebih kompak yakni sawi sendok. Adapun beberapa jenis sawi sendok yang umum dikenal ialah pakcoy, shanghai chinese chard, green baby pak choy, dan bok choy. Jarak tanam sawi sendok ini sekitar 10x10 cm. Sawi ini bisa dipanen beserta akarnya atau bisa juga membuang akarnya di bagian pangkal.

  • Kangkung

Kangkung dapat dipanen setelah berumur 20-25 hari. Adapun ciri-ciri kangkung siap panen ialah daun dewasa sudah berwarna hijau tua dan melebar terbuka berbentuk segitiga. Benih unggul yang bisa anda pilih ialah bangkok LP-1 untuk dataran rendah dengan merk Panah Merah. Jenis kangkung yang dibudidayakan dengan teknik hidroponik adalah kangkung darat. Di kondisi tertutup atau kekurangan sinar matahari, kangkung akan tumbuh lancir memanjang. Tanaman sayuran ini lebih suka tempat terbuka namun tidak terlalu terik.

  • Bayam

Bayam kaya akan kandungan gizi yang sangat luar biasa. Selain vitamin, bayam juga mengandung folat, protein, magnesium, kalsium, dan serat. Bayam ini dapat dipanen setelah berumur 20-25 hari. Ciri bayam siap panen ialah daun dewasa telah merekah sempurna dengan panjang daun dewasa sekitar 10-15 cm. Benih unggulan yang bisa digunakan untuk budidaya bayam secara hidroponik ialah bayam merah merk Bintang Asia. Bayam ditanam dengan menerapkan teknik hidroponik terdiri dari 2 jenis yakni berdaun hijau dan berdaun merah.

Harga benih bayam itu sendiri sangatlah beragam, ada yang Rp. 1000 per 100 biji, ada pula yang seharga Rp. 39.000 untuk satu kemasan dengan isi 100 gr. Bayam ini sangat cocok ditanam di dataran rendah sampai 1.000 m dpl. Untuk itu, anda jangan ragu membudidayakan sayuran ini secara hidroponik. Jenis tanaman sayuran ini populer sebagai bahan sayuran di Indonesia, Malaysia, China, dan beberapa negara Afrika.



No comments:

Contact Us

Name

Email *

Message *

Back To Top